Wednesday, 28 March 2012

KETIKA ALLAH MENCIPTAKAN WANITA



Ketika Allah menciptakan wanita,

Malaikat datang dan bertanya, "Mengapa begitu lama, Tuhan?"

Tuhan menjawab, "Sudahkah kamu lihat semua detik yang AKU ciptakan untuknya?"

Dua tangan mesti di bersihkan, setidaknya terdiri dari 200 bahagian yang boleh di gerakan & berfungsi baik agar dapat mengolah berbagai jenis makanan...

Mampu memberikan kenyamanan bagi anak-anaknya...

Mempunyai pelukan yang menyembuhkan rasa sakit hati & kesengsaraan...

Dan semuanya cukup di lakukan dengan kedua tangan ini...

Malaikat menjawab, "Hanya dengan dua tangan ini?"

"Tetapi...,Engkau membuatnya begitu halus & lembut"

"Ya..., AKU membuatnya begitu lembut, tapi kamu belum dapat bayangkan kekuatan yang AKU berikan kepadanya agar ia dapat mengatasi banyak hal luar biasa"

"Apakah dia mampu berfikir?" Tanya Malaikat

Tuhan menjawab, "Tidak hanya berfikir, dia juga mampu berunding dan mengutarakan pendapatnya

Malaikat itu menyentuh dadanya,
"Tuhan, Engkau buat ciptaan ini kelihatan lemah & rapuh, seolah banyak sekali beban untuknya"

"Itu bukan kerapuhan, itu air mata. AKU berikan padanya supaya dia boleh mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan rasa bangga"

"Engkau memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaan-Mu ini sungguh menakjubkan"

"Ya....., Harus...!!! Wanita ini mempunyai kekuatan untuk mempersona lelaki...

Dia dapat mengatasi beban hidup, mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri...

Mampu tersenyum bahkan ketika hatinya menjerit...

Mampu tertawa saat hatinya menangis...

Dia boleh berkorban demi orang yang di kasihinya...

Dia boleh melawan ketidakadilan...

Dia bersorak disaat melihat temannya bahagia...

Hatinya terluka saat melihat kesedihan...

Dia tahu sebuah ciuman & pelukan dapat menyembuhkan luka...

"CINTANYA TANPA SYARAT"

Malaikat sangat kagum, "Lalu apa kekurangannya?"

Tuhan menjawab, "Hanya satu hal....., Dia terkadang lupa betapa berharganya dia"

Tuesday, 27 March 2012

TERIMA KASIH

Terima kasih sayang
Ku ucap padamu
Kerana menyambut tanganku
Yang hampir layu

Badai cinta melanda
Mengarah arus
Menjadikan pantai yang indah
Kian bercelaru

Marilah oh sayangku dekat padaku
Sayangilah diriku ini seadanya aku
Tak sanggup lagi menyebut kata rindu
Kamar hatiku yang sayu

Fikirlah sayang
Fikirlah seharusnya
Janganlah engkau khianati
Cinta ini

Istana yang ku bina
Mahligai cinta
Menjadi lambang
Pepohonan redup kasihku

Fikirlah sayang
Fikirlah seharusnya
Janganlah engkau khianati cinta ini
Janganlah engkau khianati cinta ini 

*terima kasih, thank you, toche, arigato =)





KITA DITAKDIR JATUH CINTA

ku tak tahu mengapa
tiba-tiba sahaja
di dalam hati ini sering rindu padamu
ingin ku meluahkan tak berdaya

ku tahu engkau jua
sangat sayang padaku
kau pun sering merindu bila tidak bertemu
ternyata kau dan aku pendam rasa

kau dan aku sudah ditakdirkan bertemu
dan tiba-tiba kita jatuh cinta
ini semua sudah suratan illahi
dan kita harus hadapi kenyataan

biar apapun terjadi
aku harap engkau tabah
menerimaku sebagai teman barumu
semoga kita saling sayang, bahagia

kau dan aku sudah ditakdirkan bertemu
dan tiba-tiba kita jatuh cinta
ini semua sudah suratan illahi
dan kita harus hadapi kenyataan

biar apapun terjadi
aku harap engkau tabah
menerimaku sebagai teman barumu
semoga kita saling sayang, bahagia

janganlah engkau pergi
selagi dihatiku 
masih menyayangimu, oh sayangku
bila sehari tak pandang, aku rindu

Monday, 26 March 2012

REMUK JANTUNGKU

sulitku kira kehilangannya
sakit terasa memikirkannya
hancur warasku kau telah berlalu
tinggalkan aku begitu

rapuh hidupku
remuk jantungku

semua salahku tak jaga dirimu
untuk hatiku sungguhku tak sanggup
semua terjadi seperti mimpi
mimpi burukku kehilanganmu

kerana kamu nyawaku
kerana kamu nafasku
kerana kamu jantungku
kerana kamu

rapuh hidupku
remuk jantungku

semua salahku tak jaga dirimu
untuk hatiku sungguhku tak sanggup
semua terjadi seperti mimpi
mimpi burukku kehilanganmu

kerana kamu nyawaku
kerana kamu nafasku
kerana kamu jantungku
kerana kamu
tanpa kamu ku lemah
tanpa kamu ku resah
tanpa kamu ku gundah
tanpa kamu

remuk jantungku . . .


MYRA

Setiap detik saat buat kuhiba ku melarat
Dan semakin berat terasa terjerat
Mungkin ku tidak sekuat kusangka

Setiap rintik hujan buat keadaanku tenat
Dan segala kudrat kuperah keringat
Daku dah penat melawan perasaan

Dan memang benar sebenar-benarnya
( daku terseksa )
Amat terasa sejak kau tiada

Myra
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Carino mio
Tak terdaya lagi bernafas
Jiwa daku semakin lemas
Dahagakan cintamu
Kaulah nyawaku

Katakanlah apa saja yang dikau damba
Sedaya-upaya kutunaikannya
Asal kau pulang ke dakapanku

Daku bersungguh sesungguh-sungguhnya
( tangis berdoa )
Mahu cintamu dan masa indah lalu oh...

Myra
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Carino mio
Tak terdaya lagi bernafas
Jiwa daku semakin lemas
Dahagakan cintamu
Kaulah nyawaku...
Kaulah nyawaku oh...

Myra
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Carino mio
Tak terdaya lagi bernafas
Jiwa daku semakin lemas
Dahagakan cintamu
Kaulah nyawaku

Myra
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu

Berikanlah daku peluang hanya sekali lagi
Senyumanmulah menjadi penawar hati
Melutut merayu... kau nyawaku

JANGANLAH KAU PERGI

tak pernah kurasa begini
ku menyintaimu sepenuh hatiku
ternyata hanyalah dirimu
yang mengerti aku sepenuh hatimu

ku inginkan selalu terhentinya waktu
supaya kita terus bersama

jangan lah kau pergi tinggalkan diriku
sendiri jauh darimu
ku perlukan kamu inginmu selalu
temani jalan hidupku

ternyata hanyalah dirimu yang amat ku rindu
ku rindu selalu
ku inginkan selalu terhentinya waktu
supaya kita terus bersama

jangan lah kau pergi tinggalkan diriku
sendiri jauh darimu
ku perlukan kamu inginmu selalu
temani jalan hidupku

janganlah kau pergi tinggalkan diriku
sendiri jauh darimu

jangan lah kau pergi tinggalkan diriku
sendiri jauh darimu
ku perlukan kamu inginmu selalu
temani jalan hidupku
JANGANLAH KAU PERGI~

JANGAN DIUCAP SELAMAT TINGGAL

Ku mencari, Ku mencari
Apakah salahku
Kau buat ku termenung seorangan
Dalam diri sangsi, Akhirnya begini
Perpisahan tak kuduga

Ku mengerti, Ku fahami
Keputusan diri
Biar saja aku sebegini
Permintaan terakhirku, Jangan kau lafazkan
Simpan saja kata-kata

Jangan diucap selamat tinggal
Jangan kau ucap selamat tinggal
Jangan diucap selamt tinggal
Kepadaku...

Walaupun seketika... Walaupun sekelip mata
Simpan saja kata-kata, Ke akhir hayat yang ada
Walaupun seketika... Walaupun sekelip mata
Simpan saja kata-kata, Ke akhir hayat yang ada